LATAR BELAKANG

Persoalan demi persoalan muncul di bangsa ini tetapi bukanlah jadi penghambat atau melemahkan cita – cita anak bangsa. Di sisi lain akan menambah kedewasaan kita tetapi disisi lain pula moral anak bangsa satu per satu menjadi taruhannya, bila ini tidak dilengkapi oleh pemikir – pemikir aspiratif maka sang Dewi Ruci akan karam sebelum berlabuh dipantai. Kita perlu seorang nahkoda yang dapat mengimplementasikan dari suatu temuan, pikiran ataupun ide, dan aspirasi yang sifatnya menuju kesejahteraan kehidupan. Bukannya dengan adanya seorang nahkoda kita dapat bersantai – santai tidak menunjukan gelagat yang membangun aspirasi yang positif. Nahkoda yang handal pun apabila tidak di dukung oleh para awak atau kru maka kapal tersebut akan karam begitu pula sebaliknya. Bangsa kita adalah bangsa yang demokratis, dengan pemikiran demokratis itulah pemerintah saat ini membangun bangsa dengan mendengarkan terikan – terikan rakyat yang ada dibawah. Aspirasi merekalah yang menentukan gambaran kehidupan yang menuju kesejahteraan bangsa ini dengan di barengi dengan suatu metode, sistem, perencanaan yang matang maka dapatlah mengimplementasikan gagasan – gagasan yang tidak sekedar menjadi suatu projek melainkan menjadi suatu program yang saling keterkaitan dan berkesinambungan secara periode baik vertikal maupun horizontal.
PNPM-PPK adalah bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk memberdayakan masyarakat perdesaan dengan menanggulangi masalah kemiskinan secara terpadu dan keberlanjutan. PNPM-PPK merupakan koreksi terhadap sistem pembangunan terdahulu yang pada umumnya dinilai bersifat sentralistik. PNPM-PPK diharapkan dapat menjadi suatu sistem. pembangunan yang memungkinkan segala bentuk sumberdaya pembangunan dapat diakses secara merata dan adil oleh seluruh pelaku dan komponen bangsa. PPK yang dimulai dengan ujicoba di 3 kabupaten yaitu Belu di NTT, Sukoharjo di Jawa Tengah dan Solok di Sumatera Barat sejak tahun 1997 yaitu sejak orde baru .
Karena dianggap berhasil maka uji coba ini diangkat menjadi program yang sampai saat lokasinya telah mencapai hampir seluruh propinsi di Indonesia. Lewat berbagai dinamika maka jadilah PNPM-PPK seperti yang sekarang ini.
MAKSUD DAN TUJUAN
Masyarakat Kabupaten Sragen mempunyai harapan dan tekat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan dikalangan orang miskin pedesaan, dengan semangat itulah mereka tergugah agar tidak tertinggal dengan kabupaten yang lain serta berlomba – lomba untuk membangun baik di sumber daya manusianya maupun potensi ekonominya. Semangat, rasa tanggungjawab, gotong – royong telah memberikan aspirasi kepeda mereka untuk mengentaskan kemiskinan didaerahnya maka dengan mendapatkan bantuan PNPM-PPK ini diharapkan bisa memberikan perbaikan baik di bidang ekonomi, fisik, dan sumeburdaya manusianya. Program Pengembangan Kecamatan merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, memperkuat institusi lokal dan memperbaiki kinerja pemerintah daerah.
Seluruh Proses kegiatan dalam PNPM-PPK pada hakekatnya memiliki dua dimensi yaitu :
1. Memberikan wewenang dan kepercayaan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri kebutuhannya, merencanakan dan mengambil keputusan secara terbuka dan penuh tanggungjawab.
2. Menyediakan dukungan lingkungan yang kondusif untuk mewujudkan peran masyarakat dalam pembangunan, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahtraan mereka sendiri.
Secara umum tujuan PNPM-PPK adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan dalam penyelenggaraan pembangunan desa dan atau antar desa serta peningkatan penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi sesuai kebutuhan masyarakat.
Disebutkan dalam Petunjuk Teknis Operasional bahwa tujuan umum PNPM-PPK adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat. pemerintah lokal, serta penyediaan prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi. Sedangkan tujuan khusus ada 5 yaitu
Seluruh Proses kegiatan dalam PNPM-PPK pada hakekatnya memiliki dua dimensi yaitu :
1. Memberikan wewenang dan kepercayaan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri kebutuhannya, merencanakan dan mengambil keputusan secara terbuka dan penuh tanggungjawab.
2. Menyediakan dukungan lingkungan yang kondusif untuk mewujudkan peran masyarakat dalam pembangunan, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahtraan mereka sendiri.
Secara umum tujuan PNPM-PPK adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan dalam penyelenggaraan pembangunan desa dan atau antar desa serta peningkatan penyediaan sarana dan prasarana sosial ekonomi sesuai kebutuhan masyarakat.
Disebutkan dalam Petunjuk Teknis Operasional bahwa tujuan umum PNPM-PPK adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat. pemerintah lokal, serta penyediaan prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi. Sedangkan tujuan khusus ada 5 yaitu
- Meningkatkan peran serta masyarakat terutama kelompok miskin dan perempuan dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pelestarian pembangunan.
- Melembagakan pengelolaan pembangunan pertisipatif dengan mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal.
- Mengembangkan kapasitas pemerintah lokal dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan perdesaan yang berkelanjutan.
- Menyediakan prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan masyarakat.
- Melembagakan pengelolaan keuangan mikro dalam memberikan pelayanan kepada rumah tangga miskin (RTM).
Ada pun sasaran program meliputi 2 hal yaitu lokasi program dan kedua, kelompok sasaran. Lokasi program adalah :
a. Lokasi Sasaran
a.1. Kecamatan – kecamatan yang pernah dan telah selesai mendapatkan bantuan dana PPK minimal 3 kali.
a.2. Kecamatan – kecamatan yang tidak termasuk dalam kategori “Kecamatan bermasalah”.
a.3. Kecamatan – kecamatan yang diusulkan oleh pemerintah daerah dalam skema cost sharing.
a.4. Kecamatan – kecamatan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
b. Kelompok Sasaranb.1. RTM di perdesaan.
b.2. Kelembagaan masyarakat di perdesaan.
b.3. Kelembagaan pemerintahan lokal.
GAMBARAN UMUM
1. Kondisi Umum Kabupaten Sragen
a. Topografi, Geografi, Demografi Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen terletak diantara 110 45’ dan 111 10’ BT serta 7 15’ dan 7 30’ LS dengan batas Utara Kabupaten Grobokan, batas Selatan bertasan dengan Kabupaten Karanganyar, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Ngawi (Jawa Timur), Kabupaten Sragen mempunyai ketinggian rata-rata 109 M diatas permukaan laut dengan standar deviasi 50 M yang beriklim tropis dan bertemperatur sedang, curah hujan rata-rata dibawah 3000 Mm per tahun dan hari hujan rata-rata dibawah 150 hari per tahun. Ini merupakan keuntungan Kabupaten Sragen yang menjadi sentral untuk produk beras. Secara administratif kabupaten Sragen terdiri dari 20 kecamatan yang membawahi 208 desa/kalurahan. Angka tahun 2005 menunjukkan jumlah penduduk 858.266 jiwa jumlah kelahiran 6.892 dan kematian bayi 4.280.
b. Potensi Alam dan Ekonomi Kabupaten Sragen
Sragen merupakan salah satu kabupaten dari 35 kabupaten di Jawa Tengah, Sragen sering juga disebut dengan Tlatah Sukowati, nama ini diambil dari seorang Pangeran di daerah ini. Di tengah – tengah wilayah mengalir Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa, di sebelah selatan merupakan bagian dari lereng Gunung Lawu sebelah Utara merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng dan sebelah Barat merupakan kawasan yang sangat terkenal dengan sebutan “Kubah Sangiran”. Ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik di Kabupaten Sragen. Kehadiran Sangiran merupakan gambaran kehidupan manusia masa lampau karena situs ini merupakan situs fosil manusia purba paling lengkap di Pulau Jawa. Sangiran terletak di Kecamatan Kalijambe dimana kecamatan ini mendapatkan Program Pengembangan Kecamatan mulai tahun 2003. Masih di Kalijambe, kecamatan ini merupakan sentra meubel dari kayu, baik yang sudah semi industri maupun yang rumahan. Masih industri rumahan ada anyaman mendong dan juga anyaman bambu yang tersebar di beberapa kecamatan. Sebagai mana layaknya pedesaan di Jawa Tengah di Sragen juga ada usaha rumahan membuat tahu maupun tempe. Selain itu ada desa – desa tertentu penghasil ampyang kacang yang banyak dijajakan di bus – bus. Selain Sangiran, waduk Gedung Ombo (WKO) dapat merupakan salah satu alternative untuk berwisata. Di WKO orang dapat memancing di waduk Dari Solo berkendaraan waktu yang diperlukan kurang dari satu setengah jam. Seperti daerah lain di Solo raya di Sragen juga menyimpan potensi batik Sragen. Sragen juga merupakan penghasil padi organik. Tak hanya itu, beberapa pabrik juga berdiri di wilayah ini, antara lain pabrik pakan ternak, pabrik rokok dan tekstil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar